![]() | Billing HotspotHotspot Billing from Billing Hotspot |
ABOUT USKonsep dasar struktur jaringan Billing Hotspot Billing Hotspot harus di install di komputer dengan Os Linux, sedangkan billing monitor bisa di panggil dari Operating System apapun yang ada aplikasi browser seperti Internet Explorer, Mozilla Firefox, Opera, Safari, dll karena Manager Billing Hotspot berbasis web. Topologi jaringan Billing Hotspot di bedakan menjadi dua yaitu Billing Hotspot tanpa Mikrotik dan Biling Hotspot integrasi Mikrotik Router OS. Billing Hotspot tanpa Mikrotik Komputer server Billing Hotspot berfungsi sebagai radius server, database serta manajemen user dan akan menjadi gateway dari komputer yang lain dalam satu jaringan. Dengan komposisi ini kita akan memaksa semua komputer dalam jaringan untuk masuk (redirect) melalui Software Billing Hotspot yang akan mengontrol apakah trafik tersebut di block atau diteruskan. Dia akan meneruskan jika User melakukan autentifikasi (authenticated) dengan username dan password, dan dia akan mem-block jika User tidak login atau waktu sudah habis atau sudah kadaluarsa (expired). Jadi Komputer yang sebagai Server Billing Hotspot membutuhkan 2 (dua) ethernet card. Satu ethernet card (eth1) untuk menerima trafik dari jaringan lokal. Eth1 akan menerima trafik dan diproses oleh Software Billing Hotspot. Jika trafik didapatkan, akan diredirect ke ethernet card kedua (eth0) yang tersambung langsung ke Internet. Topologinya adalah sebagai berikut :
Billing Hotspot integrasi Mikrotik Router OS Komputer Billing Hotspot hanya berfungsi sebagai radius server dan managemen user saja seperti membuat voucher, menentukan masa berlakunya voucher, laporan pendapatan per user, harian, bulanan, mingguan, bulanan, dll. Sedangkan managemen jaringan seperti gateway, pembagian DHCP user, firewall, managemen bandwidth di lakukan oleh Mikrotik. Untuk komputer Billing Hotspot hanya membutuhkan satu ethernet card saja, dan yang terpenting server Biling Hotspot bisa terkoneksi (ping) ke Router Mikrotik. Topologi jaringannya adalah sebagai berikut :
Billing Hotspot tidak membutuhkan spesifikasi hardware khusus, sehingga anda bisa menggunakan Access Point, Modem, Switch atau Router yang telah anda miliki, tinggal setting jaringannya saja. System Requirements -Perangkat Keras (Hardware) -Perangkat Lunak (Software) Langkah-langkah melakukan koneksi ke jaringan Hotspot Step 1. Pastikan Laptop/PDA/Smartphone konsumen anda dalam jangkauan Wi-Fi Access Point, mereka akan melakukan scan jaringan dan mendapatkan akses ke Access Point. Setelah terkoneksi, server Billing Hotspot akan memberikan IP dan DNS otomatis menggunakan metode DHCP. Step 2. Berikutnya, customer akan tersambung dengan Wi-Fi dan bisa melakukan mengetikan URL dalam browser. Billing Hotspot akan mengecek IP / MAC selama customer belum ter-autentifikasi, dia akan menampilkan halaman login di browser customer. Username dan password disyaratkan agar bisa mengakses Internet. Jika Customer baru, untuk mendapatkan akses harus mendaftar dulu, guna mendapatkan account berupa username dan password. Account tersebut sesuai dengan paket / harga yang sudah disediakan oleh penyedia hotspot (seperti; Paket 1 Jam, Paket 200 MB, Paket Unlimited Access selama satu bulan, dll). Step 3. Account yang sudah diapatkan bisa digunakan untuk login ke Akses Point, sehingga proses autentifikasi bisa dilakukan dengan memasukkan username dan password. Selamat, customer anda masuk jaringan Hotspot yang sah dan bisa melakukan kegiatan browsing dan komunikasi lainnya di Internet. |





(Biasanya untuk Hotel, Vila, Bandara, Gedung Perkantoran, Kampus, Sekolahan, RT/RW-Net, dll)